Kiat Sukses Berbisnis Teknologi

Pertumbuhan startup teknologi atau perusahaan rintisan buatan entrepreneur asal Indonesia semakin menjanjikan. Pertumbuhan pesat dan ide-ide kreatif membuat investor luar negeri ramai menanamkan modal. Meski demikian, mendapatkan suntikan dana investor bukanlah perkara mudah.

Sebelum mengucurkan dana, mereka akan mengecek kredibilitas dan potensi bisnis yang sedang Anda jalankan. Agar tak keliru melangkah, yuk perhatikan kunci sukses membangun startup berikut seperti…

2-okt

Dikutip dari CekAja.com, ada beberapa poin yang harus diperhatikan sebelum memulai bisnis berbasis teknologi.

1) Mulai dari ide sederhana

Gojek muncul untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan transportasi yang cepat di tengah kemacetan ibu kota. Carrousel dan Prelo ID muncul untuk mewadahi wanita muda yang ingin menjual baju atau kosmetik second. Sedangkan Kitabisa.com menjembatani orang yang ingin beramal pada mereka yang benar-benar membutuhkan.

Coba lihat sekitarmu. Apa yang saat ini dibutuhkan oleh masyarakat? Sejatinya teknologi hadir untuk memudahkan manusia. Jika startup-mu muncul untuk menjawab kebutuhan masyarakat, niscaya kamu tidak perlu pusing lagi untuk membidik pasar.

2) Cari keunikan

Sebagai contoh, kamu ingin membuat startup ojekonline. Di antara kerasnya persaingan ojek online, tentunya kamu butuh sesuatu yang membedakan bisnismu dengan bisnis yang sudah ada.

Keunikan tidak harus berasal dari produk yang ditawarkan tapi bisa juga dari kombinasi layanan. Misalnya kamu memberikan hadiah berupa permen lollipop bagi setiap penumpang yang tergolong usia anak-anak.

3) Punya ide kreatif meskipun tidak punya modal

Modal seringkali menjadi kendala untuk mulai berbisnis. Sebelum bercita-cita mendapatkan kucuran dana investor, Anda harus punya ide kreatif untuk menjalankanstartup meski tanpa modal.

Misalnya apabila Anda mau mendirikan sebuah situs online penjualan susu yang diantar ke rumah-rumah. Anda bisa bekerjasama dengan sebuah perusahaan susu ternama, sehingga yang perlu kita lakukan tinggal mempromosikan produk tersebut di situs online milik Anda. Keuntungan bisa didapat dari komisi penjualan.

4) Mendaftarkan perusahaan

Kalau Anda benar-benar serius berbisnis startup, daftarkan nama perusahaan Anda ke Ditjen Hak Kekayaan Intelektual. Selain supaya bisa menjalankan bisnis dengan aman dan nyaman, konsumen juga merasa tenang karena perusahaanmu sudah berbadan hukum. Investor juga tidak ragu dalam mendukung startup Anda.

5) Selalu waspada

Meski Anda bukan pertama yang berbisnis di bidang tersebut, bukan berarti Anda punya mentalitas nomor dual. Misalnya jika Anda sedang mengembangkan situs jual beli peralatan olahraga, cari tahu apa yang tidak dimiliki oleh situs lain. Atau jika ternyata kompetitior lebih bagus, tiru saja idenya dan kembangkan dengan cara Anda sendiri.

Tak perlu gengsi untuk belajar dengan cara mengamati pengusaha yang telah sukses dalam bidang yang sama. Dengan memperdalam pengetahuan mengenai semua hal yang berhubungan dengan bisnis yang Anda jalankan, produk dan layanan yang dihasilkan pun bisa lebih inovatif.

Source: liputan6.com