Luncurkan Fitur Absensi Online, Jojonomic Ingin Mudahkan Pekerjaan

Di akhir tahun 2016 ini, aplikasi pengurusan klaim pengeluaran (reimbursement) Jojonomic kembali hadir dengan berita yang menggembirakan. Setelah mengumumkan pendanaan Seri A sebesar US$1,5 juta (sekitar Rp19,7 miliar) pada bulan September 2016 yang lalu, di bulan Desember 2016 ini Jojonomic pun mengumumkan kehadiran sebuah fitur baru, yaitu fitur absensi dengan aplikasi mobile.

jojonomic-request-leave-ilustrasi

Serupa dengan fitur reimbursement yang telah mereka luncurkan sebelumnya, Jojonomic pun menyediakan fitur absensi mobile ini sebagai Software as a Service (SaaS). Oleh karena itu, perusahaan yang ingin menggunakan fitur tersebut harus membayar minimal US$2 (sekitar Rp26 ribu) per bulan untuk setiap karyawan yang mereka miliki.

Untuk menggunakan fitur absensi ini, seorang karyawan hanya perlu berada di dekat lokasi kantor, lalu menekan tombol absen yang berada di dalam aplikasi JojonomicPro.

Aplikasi JojonomicPro tersebut diklaim telah dilengkapi dengan teknologi pelacakan GPS yang akurat, sehingga kamu tidak bisa memalsukan lokasi kamu ketika melakukan absensi. Selain itu, fitur absensi mobile ini pun dilengkapi dengan teknologi pengenalan wajah secara biometrik, serta verifikasi sidik jari, sehingga dapat dipastikan kalau proses absen tersebut benar-benar dilakukan oleh sang pemilik akun.

Bukan sekadar urusan absen

Selain untuk absensi, fitur terbaru dari Jojonomic ini juga bisa kamu gunakan untuk melakukan pengajuan cuti secara online.

Dengan kehadiran fitur baru ini, Jojonomic berharap kalau mereka bisa mempermudah pekerjaan karyawan sumber daya manusia (HR) yang setiap bulan harus selalu menghitung absensi karyawan lainnya. Dengan kehadiran fitur ini, para karyawan HR tersebut hanya perlu mengambil laporan absen langsung dari aplikasi Jojonomic.

Menurut CEO Jojonomic Indrasto Budisantoso (Asto), belum ada satu pun perusahaan baik di dalam maupun luar negeri yang ia ketahui telah menghadirkan fitur absensi mobile ini.

Disinggung tentang kemungkinan kalau mereka akan bersaing dengan startup HR lain seperti Talenta, Asto menyatakan kalau ia justru ingin lebih banyak berkolaborasi dengan para startup tersebut. “Dengan fitur ini, kami hanya ingin melengkapi fitur yang saat ini belum tersedia di pasar,” tutur Asto kepada Tech in Asia Indonesia.

Asto menyatakan kalau aplikasi Jojonomic hingga saat ini telah bekerja sama dengan puluhan perusahaan, seperti Pertamina Patra Niaga, Lee Cooper, Lazada, hingga Tokopedia. Kira-kira, apa lagi gebrakan dari Jojonomic di tahun 2017 mendatang ya?

Source: id.techinasia.com