Tip Membuat Aplikasi atau Game Berdasarkan Topik yang Sedang Viral

Di Tahun 2016 kemarin, industri game Indonesia berhasil mencuri perhatian berkat Tahu Bulat yang sukses menduduki peringkat pertama aplikasi game gratis terlaris di Google Play. Hanya dalam kurun waktu delapan bulan saja, Tahu Bulat telah diunduh lima juta kali dan mendapatkan rating positif dari 250 ribu ulasan.

Sama halnya seperti Tahu Bulat, aplikasi Klakson Telolet buatan KMB Technologies akhir tahun lalu juga “meledak” seiring dengan viralnya kalimat om telolet om di media sosial. Atas keberhasilannya menjaring viralitas topik meme, Klakson Telolet dan Tahu Bulat masuk dalam deretan aplikasi Android lokal yang paling banyak diunduh di tahun 2016 versi Tech in Asia Indonesia.

Viral-Time-Screenshot

Strategi membuat aplikasi atau game dengan topik viral pun tak pelak menjadi strategi yang menarik untuk diterapkan developer ke dalam proyek berikutnya. Belajar dari kasus keberhasilan Tahu Bulat dan Klakson Telolet, berikut beberapa kiat yang bisa kamu terapkan untuk memulai pembuatan aplikasi berdasarkan topik viral yang sedang berkembang di tengah masyarakat.

Lakukan riset lebih untuk menebak kemungkinan tren berikutnya

Memahami dan membaca tren adalah hal penting dalam proses membuat aplikasi dan game yang berpotensi viral. Memperbanyak referensi dengan melihat beragam informasi di internet bisa membantu kamu untuk menangkap apa yang bisa kamu manfaatkan selanjutnya.

Yang menarik, viralitas sebuah topik bisa saja berawal dari riset kecil yang tak disangka bakal jadi besar di kemudian hari. Hal ini diakui oleh Abdul Arfan, kreator Klakson Telolet yang ia luncurkan di bawah nama KMB Technologies. Kepada Tech in Asia Indonesia, ia menceritakan awal mula pembuatan Klakson Telolet pada pertengahan 2016.

“Dulu sekitar bulan Mei 2016, saya pernah membaca artikel tentang anak-anak yang suka meminta-minta pengemudi membunykan klakson ketika ada bis lewat. Lalu saya coba riset video YouTube tentang itu dan ternyata rata-rata penontonnya mencapai ratusan ribu,” ungkap Arfan. “Dari situ saya coba cari di Google Play Store dan ternyata tidak ada satu pun aplikasi yang berkaitan dengan suara klakson bis saat itu”.

Peluang ini pun dimanfaatkan Arfan untuk membuat sebuah aplikasi Klakson Telolet. “Awalnya mencapai puluhan download lalu berkembang jadi ribuan per hari. Saya pikir saat itu aplikasi Klakson Telolet sudah diterima di kalangan pemburu klakson,” kenang Arfan.

Puncaknya pada bulan Desember 2016 lalu, demam istilah “om telolet om” membuat unduhan Klakson Telolet meroket hingga menduduki peringkat atas Google Play Store Indonesia. Arfan bahkan mengakui angka unduhan aplikasinya tembus hingga puluhan ribu install dalam satu hari.

Melihat kasus “om telolet om”, kamu mungkin bertanya lantas bagaimana ciri-ciri topik yang berpotensi menjadi viral? Well, tidak ada cara pasti untuk mengenalinya. Sama seperti berita, sebuah topik dikatakan viral apabila sukses tersebar dan dibagikan terus menerus hingga tak lagi bisa terukur persebarannya. Yang jelas, mengamati perkembangan hal yang banyak disebarkan orang kini semakin mudah berkat keberadaan inovasi internet dan media sosial.

Percepat waktu eksekusi demi pemakaian keyword yang bagus

Waktu turut menjadi hal yang perlu kamu perhatikan saat membuat game atau aplikasi berdasarkan topik yang menjadi tren. Harus diingat bahwa kamu membuat aplikasi berdasarkan momen yang sedang relevan dan sedang banyak dibicarakan masyarakat. .

Pentingnya momentum ini diakui oleh Mirza Muhamad, Founder Gambir Studio yang sudah beberapa kali merilis game berdasarkan konten viral di internet seperti Om Telolet Om, Fitsa Hats, dan Salt Bae Hot Chief.

Menurut Mirza kecepatan eksekusi sebuah ide sangatlah penting. Begitu terlintas bayangan aplikasi atau game apa yang cocok dengan sebuah meme, maka itu lah garis besar ide yang harus segera diselesaikan. “Begitu idenya muncul di kepala, langsung buat dan terbitkan segera.  Kualitas tak perlu diutamakan, yang penting jadi duluan,” ungkapnya.

Untuk kasus Gambir Studio sendiri, Mirza mengakui pihaknya bisa membuat game berdasarkan topik meme dalam hitungan satu hari bahkan beberapa jam. Semakin cepat terselesaikan, semakin baik pula momentum yang bisa didapat. Momentum tersebut ada kaitannya dengan strategi ASO (App Store Optimisation) di mana pemilihan judul, penulisan deskripsi, dan keyword yang bagus turut mempengaruhi pencarian aplikasimu di Play Store.

Jadi segera klaim keyword yang efektif dan sesuai dengan topik viral yang kamu buat segera sebelum keburu diambil developer lain. Jadilah yang pertama dan hindari kesan meniru aplikasi bertema topik viral yang sudah dibuat developer lain sebelumnya.

Pantang berpuas diri dan terus poles agar lebih bagus lagi

Selama ini kekurangan game dan aplikasi yang mengejar viralitas adalah kualitasnya yang kurang begitu diperhatikan. Kecenderungan ini dikarenakan proses produksinya lebih mengutamakan waktu pembuatan, sehingga faktor kualitas cenderung dinomorduakan.

Meskipun tidak diutamakan, kekurangan tersebut bisa diakali dengan proses perbaikan kualitas paskapeluncuran aplikasi. Artinya setelah produk dirilis, developer bisa meningkatkan kualitasnya lagi dengan menambahkan fitur dan memoles tampilannya supaya jadi semakin lebih baik.

Kasus semacam ini dilakukan oleh rekan-rekan dari developer Game Lokal Indonesia (GLI) yang pada Desember lalu merilis game berjudul Telolet Om! Berawal dari proyek iseng, Telolet Om! akhirnya digarap serius oleh tim GLI setelah mendapat respons yang cukup bagus dari para pemain.

Tim GLI secara berkala memoles dan menambahkan konten baru ke dalam game mereka. Dari yang awalnya sekadar game mengingat warna, Telolet Om! pun merangkap menjadi game rhythm yang terinspirasi Guitar Hero. Hasilnya, respons pengguna game ini pun semakin positif dan hal itu bisa dilihat dari kolom ulasan Telolet Om! di Google Play.

Dengan terus memberikan perbaikan kualitas dan penambahan konten, kamu sekaligus telah menunjukkan komitmen kepada pengguna yang telah mengunduh aplikasimu. Jangan lupa juga untuk membaca ulasan dari user dan usahakan untuk mengimplementasikan sebisa mungkin sebagai bukti bahwa kamu mendengarkan (dan membuat) apa yang diinginkan para pengguna.

Alternatif: Buat aplikasi yang langsung menuju fungsi intinya

Apabila topik yang kamu pilih kurang cocok untuk diimplementasikan ke dalam permainan interaktif, kamu bisa membidik fungsi lainnya yang lebih mendasar seperti imitasi benda sungguhan contohnya. Lagi-lagi aplikasi Klakson Telolet buatan KMB Technologies bisa menjadi contoh untuk kiat yang satu ini.

Sedari awal, tujuan pembuatan Klakson Telolet memang difungsikan sebagai aplikasi suara klakson untuk perangkat mobile. Fungsi yang cukup mendasar tadi merupakan peluang yang memang saat itu belum terisi orang lain. Peluang Klakson Telolet muncul karena Arfan selaku kreator menyempatkan diri untuk mencari tahu apa yang bisa dibuat dari fenomena tersebut.

Selalu usahakan riset pasar untuk pembuatan aplikasi walaupun itu adalah aplikasi yang sangat sederhana.

Jenis aplikasi suara sendiri sebetulnya bukan sesuatu yang baru di toko aplikasi digital. Sejumlah aplikasi seperti penghasil suara kicauan burung, suara latar, dan lain-lain bisa kamu jumpai di sana. Namun karena Klakson Telolet saat itu muncul di momen yang tepat, aplikasi ini pun memperoleh posisi yang lebih istimewa dibandingkan aplikasi sejenis buatan Indonesia lainnya.

Siap dengan kegagalan dan berani untuk mencoba lagi

Satu hal lagi, membuat aplikasi atau game berdasarkan topik viral bisa diibaratkan seperti nelayan yang sedang mencari ikan di lautan. Kamu perlu menebar kail atau jaring sebanyak mungkin supaya berhasil dan hal tersebut jelas tak cukup dilakukan satu kali percobaan saja.

Perlu diingat juga bahwa tidak semua upaya mengadopsi topik yang sedang viral bisa selalu berbuah dengan keberhasilan. Apabila percobaan ke sekian kamu gagal, tetaplah gigih untuk memulai lagi di topik viral berikutnya dan jadikan aplikasi sebelumnya sebagai media belajar untuk hasil yang lebih baik.

Seperti tantangan membuat aplikasi dan game umumnya, kamu juga perlu mempertimbangkan hal seperti selera pengguna layanan mobile di Indonesia, kebutuhan pasar, kreativitas, keberuntungan, dan faktor lainnya supaya berhasil.

Jangan lupa juga untuk selalu membuat aplikasi yang menawarkan nilai lebih meskipun terkesan menumpang popularitas topik semata, entah itu nilai dari segi hiburan, fungsi, dan bisa juga hal lainnya. Selamat berkreasi.

Source: id.techinasia.com