Daily Archives: 19/02/2017

Post-Mortem Nusakana – Tip untuk Developer Pemula yang “Ketinggalan Kereta”

Published by:

Halo, perkenalkan buat yang belum kenal. Saya Jason Vendy (wltr3565), developer game dari Studio Namaapa. Lebih dari setahun berlalu sejak kami merilis game Nusakana pada November 2015. Pada kesempatan ini saya ingin berbagi analisis post-mortem Nusakana untuk evaluasi kami sebagai tim, juga untuk teman-teman sesama developer game, utamanya yang masih baru merintis.

Mari mulai dari terbentuknya Studio Namaapa. Mungkin kata “studio” membuat orang beranggapan kalau kami ini benar-benar studio mapan yang sudah punya kantor sendiri, tiap bulan gajian, dan berbagai keglamoran lainnya. Tapi percayalah, nama “Studio Namaapa” itu sendiri sebenarnya bisa dibilang sekadar keren-kerenan saja.

Aslinya kami ini cuma dua orang yang bekerja nomaden. Kami berpindah-pindah tempat kerja, kadang di rumah, di kantor, di kampus, atau di tempat umum. Sampai saat ini saya masih terpikir mungkin cocoknya kami ganti nama jadi “Studio Nomaden”.
Baca Selanjutnya>

Bagaimana Teknologi Meningkatkan Efisiensi Kerja Perusahaan Pengiriman Barang?

Published by:

Jam menunjukkan pukul 08.00 pagi. Di antara seluruh orang yang berada di pusat logistik ecommerce regional (eComm Log Hub) SingPost saat itu, mungkin saya satu-satunya yang belum sepenuhnya sadar. Di sini bisnis sudah berjalan sejak pagi. Mobil-mobil van tampak berangkat keluar, bersama para kurir SingPost yang dikenal dengan sebutan “ambasador parsel”.

Hidup sebagai staf pengiriman barang itu berat. Mereka harus menghadapi kemarahan pengguna bila ada kiriman gagal atau barang hilang. Dulu, tanpa adanya protokol yang tegas atau barang bukti, sulit membuktikan bahwa staf pengiriman tidak bersalah ketika terjadi kehilangan barang.

Kini, teknologi—misalnya software manajemen transportasi—memungkinkan pengiriman barang yang transparan, adil, akurat, dan cepat, sebab data semua pengiriman disimpan secara online dengan catatan pemeriksaan lengkap. Sebagai contoh, penggunaan alat pindai barcode memastikan bahwa jumlah paket yang diantarkan selalu tepat. Pada kasus lain, sebelum sebuah paket dinyatakan berhasil terkirim (atau gagal), kurir harus memasukkan dulu kode yang ada pada smartphone milik pelanggan.

Pertanyaannya, apakah berbagai teknologi tersebut telah berhasil membantu meringankan beban kerja para kurir? Saya mencoba mencari tahu dengan menjalankan profesi tersebut selama satu hari.
Baca Selanjutnya>