Monthly Archives: February 2017

Bagaimana Teknologi Meningkatkan Efisiensi Kerja Perusahaan Pengiriman Barang?

Published by:

Jam menunjukkan pukul 08.00 pagi. Di antara seluruh orang yang berada di pusat logistik ecommerce regional (eComm Log Hub) SingPost saat itu, mungkin saya satu-satunya yang belum sepenuhnya sadar. Di sini bisnis sudah berjalan sejak pagi. Mobil-mobil van tampak berangkat keluar, bersama para kurir SingPost yang dikenal dengan sebutan “ambasador parsel”.

Hidup sebagai staf pengiriman barang itu berat. Mereka harus menghadapi kemarahan pengguna bila ada kiriman gagal atau barang hilang. Dulu, tanpa adanya protokol yang tegas atau barang bukti, sulit membuktikan bahwa staf pengiriman tidak bersalah ketika terjadi kehilangan barang.

Kini, teknologi—misalnya software manajemen transportasi—memungkinkan pengiriman barang yang transparan, adil, akurat, dan cepat, sebab data semua pengiriman disimpan secara online dengan catatan pemeriksaan lengkap. Sebagai contoh, penggunaan alat pindai barcode memastikan bahwa jumlah paket yang diantarkan selalu tepat. Pada kasus lain, sebelum sebuah paket dinyatakan berhasil terkirim (atau gagal), kurir harus memasukkan dulu kode yang ada pada smartphone milik pelanggan.

Pertanyaannya, apakah berbagai teknologi tersebut telah berhasil membantu meringankan beban kerja para kurir? Saya mencoba mencari tahu dengan menjalankan profesi tersebut selama satu hari.
Baca Selanjutnya>

3 Strategi Yonder Music demi Jadi Layanan Streaming Musik Terdepan

Published by:

Sejak bulan Mei 2016 silam, aplikasi streaming musik asal Amerika Serikat Yonder Music telah resmi hadir di Indonesia. Untuk memuluskan jalan mereka di tanah air, pada saat itu mereka pun langsung menggandeng perusahaan telekomunikasi XL Axiata.

Berbeda dengan aplikasi lain seperti Spotify dan Joox yang telah lebih dulu hadir di Indonesia, Yonder Music tidak memungut biaya berlangganan dari para pengguna. Seluruh layanan mereka bisa dinikmati secara gratis, meski terbatas hanya untuk pelanggan XL dan Axis.

Hingga saat ini, telah ada 20 juta lagu yang tersedia di aplikasi Yonder Music, dengan jumlah unduhan di Google Play yang hampir menyentuh angka satu juta. Menurut Zico Kemala Batin, Country Manager Yonder Music Indonesia, pihaknya menargetkan untuk bisa menembus angka dua juta unduhan sepanjang tahun 2017 ini.

Bagaimana sebenarnya strategi Yonder Music untuk bisa menjadi layanan streaming musik terdepan di tanah air?
Baca Selanjutnya >

Kesempatan Kedua untuk Berkarya, Usaha Menghasilkan RPG Kelas Dunia dari Jakarta

Published by:

Kabar tutupnya Batavian Studio merupakan peristiwa yang cukup disayangkan di awal tahun 2016. Ibaratnya kapal, studio asal Jakarta yang baru akan memulai debutnya lewat proyek Grimm Odds tersebut keburu karam sebelum berlayar, dan menyisakan tanda tanya besar bagi khalayak yang mengikuti perkembangan mereka di industri game tanah air.

Kisah kegagalan di atas kapal besar tadi, mendorong beberapa “veteran” Batavian Studios untuk mendayung sekali lagi di atas sekoci baru yang arah tujuannya berbeda dengan perahu mereka sebelumnya.

Berbekal passion tinggi dan visi yang layak diperjuangkan, Igor Tanzil, Milo, Peterson J. Handjaja, serta beberapa mantan anggota Batavian Studios lainnya membulatkan tekad untuk berdiri di bawah bendera studio baru bernama Critical Forge.
Baca Selanjutnya >

5 Tip Mengumpulkan Lead di LinkedIn untuk Bisnis Startup B2B

Published by:

Menjalankan divisi penjualan dan pemasaran di startup B2B benar-benar berbeda dengan menjalankan departemen serupa di startup B2C. Perbedaannya terletak pada bagaimana keduanya mengakuisisi pelanggan atau pengguna berbayar.

Kamu mungkin butuh seratus ribu pengguna agar bisnis startup B2C kamu berjalan baik. Sebaliknya, kamu mungkin hanya butuh sepuluh hingga dua puluh bisnis berbayar untuk produk atau layanan B2B kamu.

Selain itu, startup B2C bisa membayar iklan yang terdapat di App Store, Facebook, Twitter, atau platform lainnya. Dalam kasus bisnis startup B2B, opsi iklan ini sangat terbatas. Untuk startup B2B, kamu harus melakukan hal-hal yang membosankan, seperti merekrut staf penjualan, melakukan lead generation di saluran yang terbatas, dan mengonversi lead menjadi pengguna berbayar.
Baca Selanjutnya>

Studio Game Asal Bandung Ini Raih Untung lewat Penjualan Game Murah Meriah

Published by:

Pada artikel sebelumnya, kita berkenalan dengan Studio Namaapa yang telah merilis game berbasis RPG Maker di Steam, yaitu Nusakana. Tapi tahukah kamu bahwa Studio Namaapa bukanlah satu-satunya developer lokal yang punya produk RPG Maker komersial di Steam? Masih ada developer lain dengan pencapaian serupa, salah satunya adalah studio Blazing Fanfish.

Blazing Fanfish memanfaatkan RPG Maker untuk membuat game dengan tema puzzle matematika berjudul Calcu-Late. Bila Nusakana punya jumlah konten yang terbilang besar, Calcu-Late justru memiliki skala yang kecil, bahkan bisa diselesaikan dalam waktu satu jam saja.

Meski berskala kecil, Calcu-Late tetap berhasil mendatangkan hasil yang memuaskan bagi para developernya. Mengapa bisa demikian? Simak kisah selengkapnya di bawah.
Baca Selanjutnya >

Ingin Sukses Berinvestasi di Industri Game? Ikuti Kiat-Kiat Berikut

Published by:

Mencari studio game yang tepat untuk sasaran investasi tidak harus selalu menjadi langkah berisiko tinggi, namun beberapa investor mungkin tidak tahu sebenarnya apa yang mereka butuhkan. Begitu pula sebaliknya, developer game yang sedang merintis mungkin tidak tahu bagaimana cara berbicara pada investor, bahkan walau mereka memiliki produk berkualitas.

Bila kamu adalah pemain baru di industri ini, kiat-kiat dari para pelaku industri game di bawah bisa kamu terapkan.
Baca Selanjutnya >

Sulit Mencari Lahan Parkir? Layanan Ini Tawarkan Solusi Berbasis Augmented Reality

Published by:

Sejak resmi diperkenalkan ke publik tanggal 26 Januari 2017, Parkiran kini tengah mengembangkan teknologi augmented reality (AR) pada  aplikasinya. Teknologi tersebut bertujuan untuk semakin mempermudah  pengguna mencari lokasi parkir. Fitur inilah yang nampaknya menjadi pembeda utama dari layanan sejenis.

Saat ini layanan dengan cakupan Jabodetabek ini akan memberi tahu lokasi mitra Parkiran lewat alamat yang tertera dalam aplikasi. Dengan pengaplikasian teknologi AR, nantinya akan ada semacam tanda panah yang menunjukkan di mana  persisnya lokasi parkir tersebut.

“Sebagai contoh, ketika pengguna sudah berada di sebuah nama jalan sesuai  alamat yang tertera dalam aplikasi, namun bingung mencari di mana  lokasi persisnya, maka teknologi AR akan menunjukkan di mana  tempatnya. Mulai dari nomor rumah, sampai jarak berapa meter  antara pengguna dengan lokasi parkir,” tutur CEO &  Founder Parkiran, Hatta Afkar yang menargetkan aplikasi ini rampung pada bulan Maret 2017.
Baca Selanjutnya>

Belajar Bijak Mengambil Pilihan Hidup dari CEO Tokopedia

Published by:

Dalam sesi sharing dengan CEO Tokopedia, mungkin kamu berharap akan belajar tentang e-commerce. Ternyata, pelajaran paling penting yang didapat dari sesi selama satu jam bersama William Tanuwijaya tersebut adalah tentang bagaimana kita membuat pilihan hidup.

Minggu lalu, William menjadi pembicara di Kopi Chat, ajang yang diselenggarakan oleh NUS Enterprise dan dihadiri oleh entrepreneur muda dari inkubator NUS, The Hangar.

Setelah bercerita singkat tentang perjalanannya dalam mengembangkan Tokopedia, mulai dari stan rekrutmen di kampus yang sepi pengunjung hingga menjadi marketplace e-commerce terbesar di Indonesia, William melanjutkan dengan sesi tanya jawab. Simak rangkuman jawaban-jawaban paling menarik di bawah ini.
Baca Selanjutnya>

Influlancer Siap Hubungkan Ribuan Endorser untuk Keperluan Promosi Bisnis

Published by:

Promosi merupakan bagian tak terpisahkan dari sebuah bisnis. Dalam promosi tersebut, pemilik merek kerap menggandeng selebritas atau figur terkenal di media sosial untuk menjadi endorser dari suatu produk.

Menurut Captiv8, sebuah perusahaan yang menganalisis efektivitas endorser di media sosial, jasa endorsement selebritas merupakan cara promosi yang efektif menjangkau masyarakat luas, terutama golongan millenial. Meski demikian, biaya untuk melakukan promosi melalui endorsement bisa jadi cukup mahal, tergantung dari siapa selebritas atau figur yang ingin diajak kerja sama.

Melihat peluang dalam bisnis endorsement, Influlancer mencoba menjadi platform yang menawarkan solusi dengan menjadi perantara antara pengiklan dengan selebritas atau figur publik. Platform ini menawarkan sistem Campaign On Demand (COD) Endorsement. Lewat sistem ini, para pengiklan bisa melihat daftar selebritas dan figur publik yang tarifnya sesuai dengan bujet promosi masing-masing.
Baca Selanjutnya >

5 Kesalahan yang Sering Menimpa Seorang Social Entrepreneur

Published by:

Kemiskinan, pengangguran, dan sederet masalah sosial lainnya ibarat mata air-air mata; bisa membuat kita sedih, gelisah dan meratapi kondisi. Beberapa tergerak jadi solusi, ada yang berdonasi, urunan tenaga jadi relawan, ada yang membuat proyek sosial, dan ada juga yang terjun lebih dalam untuk melakukan intervensi sosial dengan pendekatan bisnis.

Yang terakhir ini punya sebutan yang cukup keren: social entrepreneur.
Berikut lima kesalahan yang perlu diwaspadai seorang social entrepreneur dalam menjalankan aktivitasnya:
Baca Selanjutnya >