Monthly Archives: February 2017

Tip Sukses Melamar Kerja dengan Satu Klik

Published by:

Karier seorang profesional umumnya berawal ketika melamar kerja. Perlu berbagai upaya agar pelamar bisa meraih gol pertama, yakni menarik perhatian perekrut. Mengujungi situs perusahaan dan lowongan kerja sudah menjadi ritual utama.

Tapi, pelamar kerja saat ini tidak hanya bergantung pada kedua situs tersebut; mereka juga bisa mencari lowongan pekerjaan di situs lain seperti LinkedIn, tempat biasanya perusahaan juga mengumumkan lowongan kerja di halaman Jobs.

Menariknya, lowongan pekerjaan yang diumumkan juga dapat ditemukan di fitur Update. Pelamar kerja mungkin familier dengan informasi di laman Update seperti “Kami membuka lowongan pekerjaan, silakan Like status ini agar saya bisa mengulas profil kamu.” Atau “Kami mencari kandidat berkualitas, tinggalkan komentar kamu dan kami akan mengulas profil kamu”.
Baca Selanjutnya >

Bagaimana Menciptakan Produk yang Bisa Memenangkan Hati Pengguna?

Published by:

Seperti kita ketahui, bisnis memiliki tiga elemen dasar untuk dipenuhi yaitu produk atau jasa, proses, dan konsumen. Dan konsumen menjadi kunci penting dalam bisnis. Yang perlu diingat, konsumen bergerak mencari solusi, bukan mencari produk. Agar bisa diterima konsumen, produk yang kamu tawarkan harus menjadi solusi bagi mereka. Ibaratnya, konsumen membeli “kenapa” kamu membuat suatu produk, bukan “apa” yang kamu buat.

Kesalahan terbesar sebuah startup adalah membangun sesuatu yang tidak orang butuhkan. Dikutip dari 100 firsthits, penelitian Top 10 Startups Mistake di tahun 2013 menunjukkan bahwa 36 persen (atau sekitar tiga ratus dari total 833 reponden) mengembangkan produk yang tidak dibutuhkan atau diingingkan konsumen. Karena, ego seorang pebisnis kadang jadi masalah utama dalam membangun bisnisnya sendiri. Padahal kita tahu bahwa konsumen adalah raja — tentu kita pernah mendengar istilah ini.

Baca Selanjutnya >

Material Design: Sajian Antar Muka yang Cantik dan Intuitif

Published by:

Sebuah desain antar muka baru dapat dikatakan berhasil apabila sukses menciptakan sebuah pengalaman yang berarti bagi penggunanya. Demi membantu hadirnya aplikasi dengan desain antar muka yang menarik, Google menghadirkan Material Design sebagai standar baru desain antar muka aplikasi di Android.

Dengan Material Design, Google berharap agar seluruh aplikasi yang menggunakan platform Android dapat mengikuti standar ini demi tercapainya desain aplikasi yang cantik serta mudah dioperasikan oleh penggunanya. Sayangnya, masih banyak aplikasi yang belum menerapkan standar desain dari Google ini.
Baca Selanjutnya >

KoinWorks Tawarkan Kesempatan Investasi dengan Modal Hanya Seratus Ribu Rupiah

Published by:

Perkembangan industri fintech tanah air yang pesat pada beberapa tahun belakangan ini ikut diramaikan oleh KoinWorks. Startup yang mengklaim sebagai penyedia platform peer-to-peer (P2P) lending pertama di Indonesia itu ingin mengurangi biaya dan inefisiensi perbankan tradisional dalam urusan pinjam meminjam dana dengan menggunakan teknologi.

Saat ini KoinWorks bersaing dengan beberapa penyedia platform P2P lending online lainnya di tanah air, antara lain dengan Modalku atau Investree. Namun dibanding para kompetitornya, KoinWorks menawarkan persyaratan investasi yang relatif lebih terjangkau.
Baca Selanjutnya>

Semua Orang Bisa Siaran, Ini yang Dilakukan HiClub untuk Mencegah Konten Negatif

Published by:

Aplikasi live streaming tengah menjadi tren baru di  Indonesia sejak beberapa bulan terakhir. Setelah BIGO Live sukses mencuri perhatian  masyarakat, CliponYu turut mencoba bersaing di ranah serupa dengan  meluncurkan aplikasi HiClub.

Seperti aplikasi live streaming pada umumnya, siapa pun  bisa menjadi penyiar melalui aplikasi ini. Iming-iming virtual gift yang bisa diuangkan, masih menjadi daya tarik utama.

Faktor ini juga yang membuat beberapa penyiar di aplikasi serupa, terutama dari penyiar wanita, mencoba mengambil jalan pintas untuk menarik perhatian para penontonnya dengan menampilkan konten tak senonoh. Seperti sengaja berpenampilan seksi hingga nekat membuka  pakaiannya.

Lalu, bagaimana HiClub meminimalisir adanya konten negatif dalam  aplikasi mereka? Mengingat mereka kini berstatus sebagai aplikasi live streaming baru di Indonesia.
Baca Selanjutnya >

Bahaya Free-to-Play bagi Developer Kecil dan Bagaimana Cara Menghindarinya

Published by:

Skema monetisasi free-to-play atau freemium punya potensi mendatangkan keuntungan besar bagi developernya. Perusahaan-perusahaan seperti Zynga, Netmarble, dan Valve adalah contoh beberapa kisah sukses yang tentunya sudah tak asing lagi di dunia free-to-play. Hingga kini pun, game free-to-play baru terus bermunculan dengan cepat bak kacang goreng di pasar malam.

Sayangnya, di balik hasil menggiurkan, bisnis free-to-play menyimpan bahaya yang tak kalah besar pula. Bahaya ini terutama berisiko terjadi pada developer kecil atau independen. Untuk memahami dan menghindari bahaya tersebut, Tech in Asia Indonesia kembali berbincang dengan Garibaldy Wibowo Mukti (Gerry), CEO Nightspade yang berpengalaman membuat game free-to-play untuk pasar global. Simak hasil obrolan kami di bawah.
Baca Selanjutnya >

4 Tipe Desainer Game dan Bagaimana Cara Mengoptimalkan Potensi Masing-Masing

Published by:

Kegiatan produksi sebuah game tak dapat dilepaskan dari peran seorang desainer game. Jenis pekerjaan yang hampir bisa ditemukan di setiap pengembangan game tersebut memiliki andil besar dalam mengarahkan isi dan juga mekanisme sebuah game.

Sama seperti profesi lainnya, kemampuan seorang desainer juga dipengaruhi kepribadian individunya, sehingga dibutuhkan pengenalan lebih jauh untuk mengenal potensi dan karakteristik masing-masing desainer. Topik inilah yang diangkat dalam acara Gametalk pertama Tech in Asia Indonesia hari Rabu tanggal 25 Januari 2017 kemarin.

Lewat acara Gametalk tersebut, Frederick Tirta selaku pengarah game dari Touchten Games mengupas kelebihan juga kekurangan dari tiap-tiap karakteristik desainer game.
Baca Selanjutnya >