Ikuti Apple Music, Spotify Terapkan Tarif Murah bagi Pelajar

Layanan streaming musik online, Spotify baru-baru ini telah meluncurkan program tarif khusus yang ditujukan untuk menggaet konsumen dari kalangan pelajar perguruan tinggi terakreditasi di tanah air.

Selain Indonesia, program Spotify Student Plan ini juga telah menjangkau 33 negara lainnya. Untuk dapat menikmati fitur premium ini, pengguna cukup membayar dengan harga Rp24.990 per bulan saja. Harga ini merupakan separuh dari biaya berlangganan normal seharga Rp49.990.

Spotify-Featured-2

Dalam keterangan tertulis, Alex Norstrom selaku Chief Premium Business Officer dari Spotify menjelaskan bahwa program Student Plan ini ditujukan untuk memberi kesempatan lebih bagi konsumen muda yang tertarik untuk menggunakan Spotify. “Pelajar merupakan penggemar musik yang paling aktif, dan kami bangga bisa memberi mereka kesempatan untuk menciptakan ‘soundtrack’ kehidupan mereka,” ungkap Alex sebagaimana dikutip dari Makemac.

Untuk menikmati tarif khusus ini, pengguna Spotify hanya perlu mendaftarkan diri mereka sama seperti proses berlangganan premium pada umumnya. Spotify sendiri telah bekerja sama dengan SheerID untuk mengecek kelayakan akun dan usia sang pendaftar. Jika telah terverifikasi, selanjutnya pengguna bisa menikmati layanan Spotify bebas iklan dengan setengah harga.

Tiru Apple Music untuk genjot angka pelanggan di tahun 2017

Pemberian tarif murah yang dilakukan Spotify bukanlah strategi yang baru dilakukan penyedia layanan streaming musik online. Sebelumnya, Apple Music juga telah melakukan hal serupa lewat program diskon pelajar yang harganya kurang lebih sama seperti program Spotify Student Plant saat ini.

Strategi tarif murah ini terbukti efektif dalam meningkatkan jumlah pengguna yang berlangganan layanan streaming musik online di platform Apple Music. Tech Crunch melaporkan jumlah pelanggan Apple Music tahun lalu meningkat hingga dua puluh juta orang pada kuartal akhir 2016.

Pencapaian yang diraih Apple Music sendiri belum seberapa jika dibandingkan dengan jumlah pelanggan Spotify yang tahun lalu diklaim mencapai angka lima puluh juta orang.

Meskipun jumlah pelanggan Spotify sendiri lebih besar dibandingkan kompetitornya, namun layanan streaming musik online asal Swedia ini mengaku masih mengalami kerugian di tahun 2016. Hal ini dikarenakan delapan puluh persen dari keuntungan mereka harus dibayarkan sebagai royalti label musik dan artis yang bernaung di Spotify.

Bagaimana menurutmu? Apakah dengan keberadaan tarif baru ini Spotify dapat menggenjot angka jumlah pelanggan mereka di tahun 2017 nanti? Silakan tuliskan pendapat kamu di kolom komentar.

Source: id.techinasia.com