HelpNona Bantu Perempuan Hadapi Isu Kekerasan dalam Hubungan Pribadi

Selama beberapa tahun menjadi relawan di Unit Pengaduan Rujukan Komnas Perempuan, Nike Nadia banyak menerima kasus kekerasan dalam relasi personal. Baik kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ataupun kekerasan dalam hubungan pacaran (KDP). Bahkan, sebuah studi menyatakan 86 persen perempuan ternyata menjadi korban kekerasan saat dalam hubungan pacaran.

Melihat kondisi tersebut, Nike merasa perlu untuk membuat semacam saluran informasi tentang kekerasan dalam pacaran yang berfokus pada perempuan. Pada April 2016, Nike kemudian mendirikan situs HelpNona.

“HelpNona adalah inisiatif sosial yang hadir untuk menciptakan ruang bagi seluruh perempuan di Indonesia agar dapat bertutur dan berbagi inspirasi tentang cinta diri, relasi hubungan yang sehat, dan isu kekerasan dalam pacaran,” jelas Nike.

HelpNona-Featured-Image

Melalui HelpNona, kamu dapat mengakses berbagai informasi seputar KDP dan self respect atau cinta diri. Menurut Nike, cinta diri perlu dimiliki perempuan sebagai untuk menghindari terjadinya bentuk-bentuk kekerasan dalam pacaran (KDP).

#BertuturBerani

Mengusung moto #BertuturBerani, Nike ingin menunjukkan bahwa dengan kemajuan teknologi, perempuan punya kesempatan yang luas untuk menggunakan platform digital sebagai ruang agar lebih berani dalam bertutur. Terutama tentang isu cinta diri dan KDP.

“Seluruh kegiatan HelpNona dibuat dari, untuk, dan oleh perempuan, meski laki-laki juga boleh ambil bagian. Karena HelpNona percaya sisterhood is powerful,” ujar Nike.

Menurut Nike, lahirnya HelpNona bukan hanya sebagai lembaga bantuan. Namun, untuk mengedukasi para perempuan agar menjadi lebih berani dan kuat, serta saling menguatkan antar sesama perempuan

“Konsep HelpNona dibangun atas prinsip utama sisterhood dan relasi timbal balik antarperempuan, yang seharusnya bisa saling mendukung dan menguatkan,” tegas Nike.

Andalkan dukungan komunitas

Sebagai sebuah inisiatif sosial pribadi, Nike mengaku dana operasional yang digunakan pun berasal dari dana pribadi. Dalam perjalanannya, HelpNona mendapatkan banyak bantuan dari berbagai pihak, mulai lembaga seperti Komnas Perempuan, komunitas, hingga relawan di Unit Pengaduan Rujukan Komnas Perempuan. Ada juga yang berprofesi sebagai psikolog, fresh graduate dari jurusan psikologi, pengacara, dan dokter.

Untuk melakukan edukasi tentang cinta diri dan KDP, dibangunlah sebuah mekanisme bernama SahabatNona. Kegiatan yang dilakukan di antaranya adalah workshop atau grup diskusi.

Dalam menyusun kumpulan informasi yang disajikan di situs HelpNona, Nike bekerja sama dengan sejumlah pakar dan komunitas atau lembaga. Selain itu, mereka juga membuat e-book, kartu dukungan, dan tip keselamatan bagi korban KDP yang bisa diunduh secara gratis.

Selain melalui situskamu juga bisa melihat kampanye-kampanye atau berinteraksi dengan tim HelpNona melalui media sosial seperti Instagram dan Twitter.

Khusus berbagi dan diskusi

HelpNona membatasi perannya sebagai tempat diskusi bagi kamu yang ingin mencari tahu tentang KDP, ataupun yang telah mengalami KDP dan ingin tahu bagaimana caranya menangani hal tersebut secara mandiri.

Kamu bisa menceritakan permasalahan yang kamu alami melalui fitur yang tersedia di halaman situs. Nantinya, tim Helpnona akan memberikan kamu information kit sesuai permasalahan yang kamu hadapi beserta info lembaga layanan yang bisa diakses jika dibutuhkan.

Sejauh ini belum banyak situs yang khusus membahas isu serupa. Namun, ada beberapa situs khusus perempuan yang terkadang juga mengedukasi tentang kekerasan atau cinta diri seperti Magdalene dan Konde. Namun, konten yang disajikan dua situs tersebut lebih luas dibandingkan HelpNona.

Source: id.techinasia.com