Tingkatkan Penetrasi Asuransi, FWD Life Luncurkan Fitur Click to Meet

FWD Life memilih menggunakan pendekatan secara digital ketika memasarkan produk-produk asuransinya kepada para calon nasabah. Pendekatan yang mereka lakukan bermacam-macam, mulai dari penggunaan tablet oleh para agennya sejak 2014, dukungan layanan live chat, hingga penggunaan aplikasi chatting WhatsApp untuk mengajukan klaim.

Masih mengusung pendekatan secara digital, pada tahun 2017 ini FWD Life resmi meluncurkan layanan Click to Meet. Layanan ini memungkinkan calon nasabah untuk memilih sendiri agen asuransi yang memiliki kecocokan profil melalui situs resmi FWD Life.

9302948

Terdapat beberapa informasi yang disediakan tentang agen, seperti hobi atau mempunyai passion di bidang yang sama. Selanjutnya, calon nasabah cukup mengatur janji untuk bertemu dengan agen pilihannya di gerai-gerai Excelso yang bekerja sama dengan FWD Life.

Menurut Hendra Thanwijaya selaku Director & Chief Agency Officer FWD Life, pihaknya menyediakan layanan Click to Meet untuk memberikan edukasi bahwa saat ini ada pilihan untuk mencari informasi lebih lanjut mengenai produk asuransi.

“Selama ini orang beli asuransi kan didatangi. Kalau didatangi agen, agen itu yang melayani. Hari ini bisa memilih agennya sendiri tanpa harus menunggu agen mendatangi. Jadi sebenarnya ini bukan untuk menggantikan, tapi cara alternatif untuk mengetahui produk asuransi,” ujar Hendra saat ditemui di Asiatale, Kebayoran Baru, belum lama ini.

Dalam layanan Click to Meet, agen hanya menawarkan empat produk yang sifatnya jangka panjang, yakni investasi, pendidikan, tabungan, dan pensiun. Sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penjualan keempat produk itu harus melalui tatap muka.

Dengan layanan Click to Meet, calon nasabah diharapkan bisa menentukan prioritasnya untuk pembelian produk jangka panjang karena berkonsultasi langsung dengan agen pilihannya. “Produk-produk sederhana yang sifatnya proteksi bisa beli langsung. Tapi kalau rencana pendidikan, pensiun, investasi, harus ketemu langsung,” jelas Hendra.

Agen masih jadi ujung tombak

Peran agen masih mendominasi dalam penjualan premi asuransi di FWD Life. Hendra mengungkapkan sebanyak lima puluh persen penjualan premi berasal dari agen. “Lima puluh persen itu di agen, kemudian corporate care sekitar 30 hingga 35 persen. Sisanya baru dari bancassurance dan e-commerce,” ujarnya.

Mengingat pentingnya peran agen, Hendra mengatakan pihaknya ingin memiliki hingga lima ribu agen pada akhir 2017. Namun dalam layanan Click to Meet, Hendra mengakui tak semua agen bisa masuk dalam program tersebut.

Pihaknya ingin memastikan bahwa agen yang tampil dalam Click to Meet merupakan agen profesional yang memiliki komitmen dan mematuhi ketentuan. Hingga saat ini, baru ada 145 agen dalam Click to Meet yang tersebar di delapan kota.

“Sudah waktunya agen bekerja lebih modern. Karena ada persepsi di masyarakat agen asuransi masih tradisional. Agen-agen FWD Life bisa dapat nasabah bukan dari teman dan keluarga sendiri, tapi dari aplikasi yang kita kembangkan,” tutur Hendra.

Belum ukur penjualan

President Director FWD Life, Rudi Kamdani, sempat mengatakan pihaknya berharap layanan Click to Meet bisa menambah tingkat penetrasi asuransi di Indonesia. Lalu, apakah FWD Life memasang target khusus dalam memasarkan produk melalui Click to Meet?

Menjawab pertanyaan ini, Hendra mengatakan FWD Life belum melakukan pengukuran terkait layanan Click to Meet dengan dampak penjualan premi. Menurutnya tujuan layanan ini diluncurkan untuk mewujudkan cita-cita FWD Life yakni mengubah cara pandang masyarakat mengenai asuransi.

“Kita ingin mendirikan perusahaan yang menggunakan transformasi teknologi. Kita enggak mengukur langsung ke penjualan. Mudah-mudahan ada dampaknya. Saat ini baru mewujudkan cita-cita, visi kita,” ujarnya.

Source: id.techinasia.com