3 Strategi Bisnis Jual Beli Item Game dari itemku

Pada bulan April 2017 kemarin, itemku mendapat pendanaan sebesar 16 miliar dari pemodal ventura yang cukup aktif melakukan pendanaan di Asia Tenggara, yakni 500 Startups. Pendanaan ini merupakan kelanjutan dari langkah investasi yang sebelumnya juga telah dilakukan oleh 500 Startups tahun 2016 lalu.

Investasi berkelanjutan tersebut secara tidak langsung membuktikan bahwa kegiatan jual beli item game virtual bisa menjadi ranah bisnis yang menarik untuk digeluti. Dua tahun semenjak diluncurkan, Itemku sendiri telah mewadahi sekian banyak transaksi virtual, di mana salah satu seller mereka diklaim telah berhasil mengantongi omzet mencapai Rp260 juta dalam satu bulan.

Meski legalitas aktivitas jual beli semacam ini masih diperdebatkan hingga sekarang, hal ini justru menciptakan peluang bisnis jual beli item virtual, khususnya di negara-negara yang belum memiliki regulasi yang jelas.

Lalu, apa saja strategi itemku dalam menjalankan bisnis marketplace jual beli akun dan item game virtual?

Itemku-Featured

Fokus untuk meyakinkan keamanan transaksi jual beli produk virtual

Seperti kegiatan jual beli pada umumnya, transaksi item virtual juga memiliki risiko dari segi keamanan. Hal ini karena wujud item yang dijual tidak berbentuk fisik dan kurangnya jaminan payung hukum yang jelas terhadap perlindungan konsumen layanan virtual. Transaksi semacam ini sering kali menimbulkan dilema tersendiri bagi para pelakunya.

Kepada Tech in Asia Indonesia, Virdienash Haqmal selaku Chief Product Officer Itemku menjelaskan bahwa pencapaian ini tak akan diraih seandainya mereka tidak berfokus pada keamanan transaksi yang menjadi bagian dari produk unggulan mereka.

“itemku di sini memberikan info seputar langkah-langkah dalam melakukan sebuah transaksi. Dalam kasus pembelian akun game contohnya, kami selalu memberi peringatan apakah pembeli sudah menjalankan langkah-langkah tersebut dengan baik, sebelum melakukan menyelesaikan transaksi,” jelas Virdie.

Menurutnya langkah-langkah ini sangat penting dilakukan agar tidak terjadi masalah setelah transaksi antara dua pihak terselesaikan. Meski terkesan kompleks (hingga melibatkan syarat dan aturan yang bertele-tele), namun setidaknya hal ini bisa mencegah konsumen dari aksi penipuan.

Ketahui batasan jual beli item virtual yang benar

Dengan besarnya omzet penjualan yang diraih salah satu seller item virtual itemku, Tech in Asia Indonesia sempat menanyakan legalitas dari kegiatan jual beli di platform mereka. Apakah mereka memperoleh teguran dari pihak penyelenggara layanan game karena dianggap telah memfasilitasi penyalahgunaan End User License Agreement atau semacamnya?

Virdie mengungkapkan bahwa selama ini pihaknya belum pernah mendapatkan teguran dari mana pun, baik itu dari pihak penerbit maupun developer. Di sisi lain, itemku sendiri juga telah mengupayakan komunikasi dengan pihak distributor, khususnya distributor lokal, untuk menciptakan peluang kesempatan kerja sama dan sebagainya.

Lebih lanjut, Virdie juga menjelaskan bahwa pihaknya selalu melakukan riset secara mendalam saat hendak membuka channel transaksi game baru di platform marketplace mereka. Alasan ini dilakukan agar tim itemku yakin bahwa mereka memiliki pengetahuan yang menyeluruh tentang sebuah game untuk mengantisipasi kecurangan atau celah kelemahan dalam sistem trading di dalam game yang bersangkutan.

“Intinya kami tidak mendukung pelaku yang melakukan farming di private server, menggunakan bot, program cheat maupun tindakan hacking, atau jenis-jenis perilaku lain yang merusak kenyamanan bermain game tersebut.”

Gaet komunitas untuk dikonversi menjadi user

Sudah bukan rahasia lagi jika pasar dalam industri game hampir tak dapat dilepas dari keberadaan komunitas hobi atau yang biasa dikenal dengan sebutan gamer. Melalui keberadaan mereka, sebuah game tak hanya memenuhi fungsinya sebagai medium hiburan tetapi juga menciptakan ekosistem pengguna yang potensial bagi kelangsungan industri game secara keseluruhan.

Seakan melihat peluang untuk semakin memperkuat basis pengguna mereka di Indonesia, itemku saat ini telah meluncurkan produk media online bernama Gokil.me. Tujuan dibuatnya situs ini tak lain adalah untuk membahas game serta dinamika jual beli item virtual di Indonesia, seperti cara mengenali scammer hingga tip untuk mengamankan produk yang baru mereka beli di marketplace item game online.

“Melalui Gokil, kami mencoba untuk menjaring gamer dari kategori lainnya, terutama yang belum terjaring oleh itemku. Jika sekarang Gokil belum terlihat seperti yang dijanjikan, itu karena Gokil adalah sebuah Minimum Viable Product (MVP) untuk rencana jangka panjang, jadi apa yang terlihat sekarang memang belum bentuk akhir dari apa yang kami tuju.”

Selain dengan strategi platform komunitas yang sedang mereka upayakan, saat ini itemku tengah melakukan serangkaian pengembangan khusus untuk meningkatkan nilai produk mereka di kalangan user. Harapannya, mereka dapat memperluas jangkauan pasar mereka tak hanya di Indonesia saja, tetapi juga melebar hingga ke sejumlah negara Asia Tenggara lainnya.

Source: id.techinasia.com