LesGO! – Les Privat Jadi Gampang!

Perkembangan kebutuhan edukasi di era modern berpotensi menciptakan peluang bisnis bagi pihak yang jeli melihat kesempatan. Peluang inilah yang kemudian dilihat Sang Made Krisna bersama ketiga rekannya, Gayatri Handari, Dicky Irawan, Ari Triansa.

Berawal dari permasalahan yang dialami salah satu founder ketika kesulitan mencari guru les privat bagi anaknya, ia dan tiga rekan lainnya pun mendirikan startupbernama LesGO!, sebuah layanan yang menawarkan kemudahan mencari guru les privat melalui aplikasi mobile.

Tujuan LesGO! adalah memfasilitasi kebutuhan para orang tua yang memiliki keterbatasan waktu dalam mencari tenaga pendidik berkualitas bagi anak mereka. Di wilayah dengan tuntutan efisiensi begitu tinggi seperti Jabodetabek, mencari guru les privat yang tepat tidak hanya terkait tingkatan dan mata pelajaran saja, melainkan juga terkait kecocokan jadwal antara murid dan guru.

“Ketika kami merintis LesGO! Kami menyadari banyak orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya, dan terkesan tak mau direpotkan dengan proses pemilihan guru untuk anaknya,” ungkap Sang Made, selaku Founder sekaligus CEO dari LesGO!

Menurut Sang Made, hal ini juga ironis dengan kenyataan bahwa sebagian besar orang tua modern mungkin saja jauh lebih bisa meluangkan lebih banyak waktu untuk berbelanja online atau berinteraksi di media sosial. Ini lah “ceruk pasar” yang coba digarap tim LesGO! dengan aplikasi marketplace yang mereka ciptakan.

“Kami menyediakan platform agar para orang tua dapat melakukan order semudah berbelanja online,” tambah pria lulusan Universitas Indonesia ini.

Membuat layanan pencarian guru les privat secara digital tidaklah semudah proses membalikkan telapak tangan. Bagi tim LesGO! ada beragam hambatan dan tantangan yang mereka hadapi, baik dari sisi teknis, eksekusi, dan tenaga di lapangan.

Menurut Sang Made, salah satu fase paling susah yang timnya kerjakan adalah proses pencarian sumber daya. Hal ini dikarenakan sebagian besar tim pendiri LesGO! hanya fokus kepada ide awal saja, namun minim dalam hal pengalaman, baik dalam industri startup maupun pendidikan.

“Namun setelah bertukar pikiran dengan beberapa penggiat di industri startup, melakukan networking dan mulai bertemu dengan orang yang tepat, masalah tersebut perlahan dapat kami atasi,” kenang Sang Made.

Startup LesGO! memulai pengembangan produk sejak kuartal kedua tahun 2016. Setelah kurang lebih satu tahun pengembangan, layanan ini akhirnya dirilis secara resmi lewat situs web, aplikasi murid, serta aplikasi khusus bagi mitra LESGO! pada 7 Juli 2017.

Made menambahkan bahwa proses merintis LesGO! yang demikian berat memberikan kesan yang cukup berarti bagi setiap pencapaian yang mereka peroleh.

“Saat kami membuka lowongan pencarian mitra Guru LesGO! di kampus untuk pertama kalinya dan mendapat respons yang cukup bagus. Kami pun tambah bersemangat bahwa peluang di industri ini sendiri masih begitu besar,” kata Sang Made.

Meski demikian, Made mengungkapkan bahwa saat ini ada tantangan lainnya yang dihadapi tim LesGO! yakni bagaimana cara mereka untuk tumbuh merangkul user base yang demikian besar di ranah pencari layanan guru les privat.

“Tantangan kami sekarang adalah untuk dapat terus menambah Mitra Guru dan variasi produk les, serta semakin menyederhanakan cara penggunaan platform kami.” Untuk itu, pada bulan Juli 2017 lalu, tim LesGO! kemudian melakukan pembaharuan aplikasi menjadi versi 2.0 dengan harapan bisa semakin membantu pengguna dalam mencari tenaga pengajar yang diinginkan.

Melalui pembaharuan tersebut, mereka menambahkan fitur seperti pencarian rekomendasi guru terdekat berdasarkan lokasi murid, serta fungsi percakapan untuk berkonsultasi langsung dengan pihak pengajar.

Di samping itu, pembaharuan aplikasi juga dibarengi yang pertumbuhan yang cukup signifikan bagi LesGO! Pihaknya mengklaim saat ini kurang lebih lima puluh persen dari total pengguna aplikasinya telah aktif melakukan transaksi di marketplacemereka.

Jumlah total sesi terselesaikan sendiri mencapai kurang lebih 1.500 pembelajaran, dengan total guru yang bergabung mencapai 746 guru untuk kawasan Jabodetabek saja. Pencapaian tersebut membuat pihak LesGO! optimis bisa menjadi salah satu pemain lokal di antara sekian startup teknologi edukasi lain, seperti RuangGuruSeGuHarukaEdu, dan lain-lain.

Selanjutnya dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, LesGO! menargetkan untuk bisa meningkatkan traksi pertumbuhan mereka hingga empat belas kota besar di Indonesia, serta menyediakan fitur layanan baru bagi para pengguna aplikasinya.

Hal tersebut diupayakan agar LesGO! tak hanya menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin mencari kebutuhan guru les saja, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi tenaga pengajar lainnya, apalagi untuk kalangan honorer yang selama ini mengalami kekurangan dari sisi kesejahteraan.

Source: id.techinasia.com