Category Archives: Games

Kiat-Kiat Menyebarkan Budaya Lokal lewat Game dari Kreator Go! Go! Nippon!

Published by:

Video game adalah salah satu media yang banyak digunakan untuk mengenalkan budaya lokal ke pasar internasional. Para developer game, terutama yang berasal dari Jepang, sudah terkenal getol memasukkan unsur budaya ke dalam karya mereka, baik itu budaya modern ataupun budaya tradisional. Tak heran, bila pergi ke negeri sakura, kamu yang pernah memainkan karya mereka akan langsung merasa familier dengan lingkungan sekitar.

Developer Indonesia pun tak mau ketinggalan. Banyak game lokal yang dijual untuk pasar global namun memiliki unsur budaya nusantara di dalamnya, seperti DreadOut, Nusakana, dan Just Deserts. Tapi ingat, bila tidak dieksekusi dengan baik, budaya lokal justru bisa membuat game terkesan maksa atau garing.
Baca Selanjutnya >

Studio Game Asal Bandung Ini Raih Untung lewat Penjualan Game Murah Meriah

Published by:

Pada artikel sebelumnya, kita berkenalan dengan Studio Namaapa yang telah merilis game berbasis RPG Maker di Steam, yaitu Nusakana. Tapi tahukah kamu bahwa Studio Namaapa bukanlah satu-satunya developer lokal yang punya produk RPG Maker komersial di Steam? Masih ada developer lain dengan pencapaian serupa, salah satunya adalah studio Blazing Fanfish.

Blazing Fanfish memanfaatkan RPG Maker untuk membuat game dengan tema puzzle matematika berjudul Calcu-Late. Bila Nusakana punya jumlah konten yang terbilang besar, Calcu-Late justru memiliki skala yang kecil, bahkan bisa diselesaikan dalam waktu satu jam saja.

Meski berskala kecil, Calcu-Late tetap berhasil mendatangkan hasil yang memuaskan bagi para developernya. Mengapa bisa demikian? Simak kisah selengkapnya di bawah.
Baca Selanjutnya >

Ingin Sukses Berinvestasi di Industri Game? Ikuti Kiat-Kiat Berikut

Published by:

Mencari studio game yang tepat untuk sasaran investasi tidak harus selalu menjadi langkah berisiko tinggi, namun beberapa investor mungkin tidak tahu sebenarnya apa yang mereka butuhkan. Begitu pula sebaliknya, developer game yang sedang merintis mungkin tidak tahu bagaimana cara berbicara pada investor, bahkan walau mereka memiliki produk berkualitas.

Bila kamu adalah pemain baru di industri ini, kiat-kiat dari para pelaku industri game di bawah bisa kamu terapkan.
Baca Selanjutnya >

Bahaya Free-to-Play bagi Developer Kecil dan Bagaimana Cara Menghindarinya

Published by:

Skema monetisasi free-to-play atau freemium punya potensi mendatangkan keuntungan besar bagi developernya. Perusahaan-perusahaan seperti Zynga, Netmarble, dan Valve adalah contoh beberapa kisah sukses yang tentunya sudah tak asing lagi di dunia free-to-play. Hingga kini pun, game free-to-play baru terus bermunculan dengan cepat bak kacang goreng di pasar malam.

Sayangnya, di balik hasil menggiurkan, bisnis free-to-play menyimpan bahaya yang tak kalah besar pula. Bahaya ini terutama berisiko terjadi pada developer kecil atau independen. Untuk memahami dan menghindari bahaya tersebut, Tech in Asia Indonesia kembali berbincang dengan Garibaldy Wibowo Mukti (Gerry), CEO Nightspade yang berpengalaman membuat game free-to-play untuk pasar global. Simak hasil obrolan kami di bawah.
Baca Selanjutnya >

4 Tipe Desainer Game dan Bagaimana Cara Mengoptimalkan Potensi Masing-Masing

Published by:

Kegiatan produksi sebuah game tak dapat dilepaskan dari peran seorang desainer game. Jenis pekerjaan yang hampir bisa ditemukan di setiap pengembangan game tersebut memiliki andil besar dalam mengarahkan isi dan juga mekanisme sebuah game.

Sama seperti profesi lainnya, kemampuan seorang desainer juga dipengaruhi kepribadian individunya, sehingga dibutuhkan pengenalan lebih jauh untuk mengenal potensi dan karakteristik masing-masing desainer. Topik inilah yang diangkat dalam acara Gametalk pertama Tech in Asia Indonesia hari Rabu tanggal 25 Januari 2017 kemarin.

Lewat acara Gametalk tersebut, Frederick Tirta selaku pengarah game dari Touchten Games mengupas kelebihan juga kekurangan dari tiap-tiap karakteristik desainer game.
Baca Selanjutnya >

5 Game Android Gratis Tanpa In App Purchase

Published by:

Meski bisa diunduh secara gratis, namun banyak game Android yang mengharuskan penggunanya untuk membayarkan sejumlah uang agar dapat memainkan keseluruhan level yang ada di dalamnya, atau membeli tools tertentu untuk meningkatkan kemampuan karakter di game.
Layanan pembelian dalam aplikasi yang biasa disebut In-App purchase ini merupakan strategi yang dilakukan para developer untuk memancing para pemain agar bersedia merogoh kocek sedalam-dalamnya.

Nah, jika Anda ingin menjajal game seru yang tidak diribetkan oleh in app purchase, Anda dapat memilih lima game berikut:
Baca Selanjutnya >

Tip Membuat Aplikasi atau Game Berdasarkan Topik yang Sedang Viral

Published by:

Di Tahun 2016 kemarin, industri game Indonesia berhasil mencuri perhatian berkat Tahu Bulat yang sukses menduduki peringkat pertama aplikasi game gratis terlaris di Google Play. Hanya dalam kurun waktu delapan bulan saja, Tahu Bulat telah diunduh lima juta kali dan mendapatkan rating positif dari 250 ribu ulasan.

Sama halnya seperti¬†Tahu Bulat,¬†aplikasi Klakson Telolet¬†buatan KMB Technologies akhir tahun lalu juga ‚Äúmeledak‚ÄĚ seiring dengan viralnya kalimat¬†om telolet om¬†di media sosial. Atas keberhasilannya menjaring¬†viralitas topik meme, Klakson Telolet¬†dan Tahu Bulat¬†masuk dalam deretan aplikasi Android lokal yang paling banyak diunduh di tahun 2016 versi Tech in Asia Indonesia.
Baca Selanjutnya >

3 Hal yang Perlu Developer Perhatikan Ketika Membuat Game Free-to-Play

Published by:

Skema free-to-play atau freemium merupakan salah satu jenis monetisasi yang sangat populer di dunia video game. Dengan menyediakan konten secara gratis, developer bisa menjangkau jumlah pemain yang banyak dengan cepat. Pemain pun diuntungkan karena bisa mendapat hiburan tanpa harus membayar di muka, bahkan berkesempatan mencicipi game yang mungkin tidak akan dikenal bila dijual secara premium.

Meski punya banyak keuntungan, free-to-play juga bisa berdampak buruk ketika tidak dieksekusi dengan baik. Apa saja hal yang perlu diperhatikan untuk menghasilkan pengalaman free-to-play yang memuaskan? Valentinus Rama Kurniangga, kepala divisi mobile dari Agate Studio, berbagi ilmu kepada Tech in Asia Indonesia untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Baca Selanjutnya >